Perbandingan jumlah pengangguran yang ada di Indonesia dengan Negara lain

Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya. Pengangguran seringkali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah- masalah sosial lainnya. Besarnya tingkat pengangguran di Indonesia merupakan masalah ketenagakerjaan yang paling mengkhawatirkan. Pengangguran tidak hanya menimbulkan masalah ekonomi tetapi juga memberikan dampak luas di bidang sosial, keamanan dan politik yang pada ujungnya akan menimbulkan gangguan, stabilitas nasional. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi pengeluaran konsumsinya, yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan kesejahteraan. Pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menimbulkan efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik, keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Akibat jangka panjang dari pengangguran adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu negara.

Presentasi Rabobank dalam sector industry makanan dan pertanian disampaikan dalam seminar yang diselenggarakan oleh INA pada tanggal 17 November 2011 di Crown Plaza oleh Adrian Foster PhD dan John Baker PhD. Isi dari dkedua presentasi ini menyorot mengenai keadaan dunia secara umu, kondisi mengenai EU dan prospek produk-produk dari Indonesia yang dapat dijadikan unggulan ekspor karena kebutuhan dunia yang meningkat.
Dalam makalah ‘Financial Markets Outlook – Trouble Everywhere You Look’, Adrian Foster PhD menggaris bawahi beberapa isyu penting yaitu

Krisis financial yang tengah dialami oleh EU 

Hal ini bermula dari krisis ekonomi yang dialami negara Yunani yang merembet ke Irlandia, Italia, Spanyol dan Prancis. Dimana tolok ukur yang dikemukakan dalam makalahnya ini adalah ramalan foreign exchange EU€ terhadap US$ dan perbandingannya terhadap nilai tukar negara lain seperti JP¥, GBP, CHF dan AU$. Hal ini secara langsung berimbas kepada tingkat pengangguran akibat tumbangnya berbagai lapangan pekerjaan yang diakibatkan resesi ekonomi yang dialami negara-negara EU saat ini.
Sekilas pandangan kondisi perekonomian di Amerika Serikat sebagai perbandingan perekonomian global saat ini
Hal-hal yang disampaikan adalah

  • Melambatnya daya serap dunia kerja yang ada saat ini sehingga tingkat perekonomian juga menunjukkan pertumbuhan yang melambat

Figure 1

Figure 1 Ramalan Foreign Exchange

Figure 2

Figure 2 pandangan Sekilas Mengenai Pangsa Pasar Dunia Kerja Amerika Serikat

  • Krisis Hutang Luar Negeri sebagai akibat lanjutannya juga disampaikan melonjak tajam seperti yang ditunjukkan dalam grafik berikut ini

Figure 3

Figure 3 Estimasi Hutang Luar Negeri Amerika Serikat

  • Kondisi serupa di negara – negara Eropa umumnya defisit pedagangan luar negeri yang lebih sederhana, dimana perbedaan yang tajam antara negara-negara Eropa Tengah dan di sekelilingnya. Sehingga timbul pertanyaan besar apakah jika dilakukan bantuan kepada negara-negara tetangga tersebut, apakah memang sesuai ataukan negara itu sendiri sebenarnya juga memerlukan bantuan. Sedangkan krisis keuangan tengah mulai mendekati negara Italia dan Prancis.
  • Defisit anggaran diperkirakan akan menurun seperti yang disampaikan dalam ramalan berikut ini

Figure 4

Figure 4 Estimasi Defisit Anggaran Belanja Negara Uni Eropa

Sekilas Pandangan di Negara-negara Asia
Pertumbuhan GDP yang tengah menjadi perhatian adalah negara-negara Hong Kong, Indonesia, Korea, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, China dan India

Figure 5

Figure 5 Perbandingan GDP 8 negara Asia, China dan India

Secara umum, inflasi di negara-negar Asia telah dapat dikatakan berakhir karena puncak-puncak penyebab inflasi seperti naiknya harga minyak (April 2011) dan harga bahan pangan umum (March 2011) telah berakhir.

Figure 6

Figure 6 Grafik Pergerakan Inflasi Negara Asia

Perkiraan Kondisi Indonesia
Eksport ke negara China menjadi alternative jika eksport ke negara-negara Amerika Serikat dan Eropa mengalami stagnasi. Optimisme ini dapat dilihat dari kecenderungan nilai tukar IDR terhadap US$ yang cenderung menguntungkan Indonesia. Pasar eksport ke negara-negara Amerika Serikat dan Eropa melambat disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah permintaan bahan baku minyak mentah menurun karena harganya yang meninggi dalam empat tahun belakangan ini sedangkan bagi negara-negara berkembang, permintaan minyak mentah cenderung meningkat karena proses pembangunan yang memerlukan bahan bakar. Inilah yang disimpulkan bahwa negara pengekspor minyak seperti Indonesia masih dapat mengandalkan minyak sebagai sumber pemasukan yang diandalkan.
Sedangkan John Baker PhD dalam makalahnya’Indonesia and Agribusiness Outlook’ membagi dalam tiga pokok pembahasan penting yaitu Kecenderungan Makroekonomi, Pertumbuhan Demand Bahan Pangan Dalam Negeri dan Pertumbuhan Ekspor.

Pertumbuhan investasi usaha dan penduduk, terutama generasi muda ini menunjukkan angka pertumbuhan yang menarik sehingga hal ini diberi istilah The New BRIIC (Brazil, Russia, Indonesia, India and China) karena perbandingan tingkat investasi dan pertumbuhan yang terjadi di negara-negara tersebut.

Figure 7

Figure 7 Perbandingan Iklim Investasi Dunia dan Laju Pertumbuhan Penduduk

Paparan selanjutnya adalah Indonesia dianggap sebagai tempat besar bagi perusahaan yang berkecimpung di bidang pangan dan terutama produk hasil pertanian. Usaha makanan olahan, sayur-sayuran dan buah-buahan dan makanan laut menempati urutan terbanyak dalam jumlah usaha yang ada di Indonesia. Sedangkan permintaan yang tinggi pada produk makanan mie instant yang nyata-nyata telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat perkotaan dan mulai merambah ke pola hidup masyarakat di tingkat desa. Tingginya kebutuhan akan produk minuman ringan (termasuk di dalamnya minuman kemasan lainnya) dan roti dalam kemasan juga mengalami peningkatan yang besar.
Hal di atas juga turut mendorong tumbuhnya usaha di sector usaha yng berkecimpung di dunia protein hewani sebagai bahan dasar industry makanan dan minuman tersebut. Sebagai akibat lanjutannya adalah meningkatnya sector industry bahan pakan ternak. Di sinilah terlihat bahwa sumber makanan untuk ternak dalam negeri Indonesia dirasakan masih kurang sehingga mendorong terjadinya import bahan sejenis.
Bagaimana dengan ekspor produk Indonesia? Pangsa pasar terbsar produk pertanian Indoensia saat ini adalah Amerika, disusul Jerman dan Belanda

Figure 8

Figure 8 Negara-negarat tujuan export Indonesia

Adapun produk-produk pertanian Indonesia yang mengalami permintaan yang baik adalah produk minyak Kelapa Sawit (Indonesia eksportir dunia nomor 1), Karet Alam (Indonesia eksportir dunia nomor 1), Cokelat (Indonesia eksportir dunia nomor 3, setelah Ghana dan Pantai Gading) dan Kopi ((Indonesia eksportir dunia nomor 1 setelah Brazil dan Vietnam).
Di sisi lain, tujuan swasembada pangan turut mendorong permintaan gula dan berbagai pupuk pertanian sehingga dilakukan impor bagi produk-produk tersebut.

Sumber: 

http://www.hortichain.org/site/id/publications/report/383-rabo-bank-presentation-indonesia-food-and-agribusiness-outlook.html

http://hardika.blog.fisip.uns.ac.id/2012/04/25/meningkatnya-pengangguran-pada-masyarakat-di-indonesia/

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s